Third-Party Objections to Court Decisions on Evidence Confiscation in Narcotics Cases A Case Study of Lhokseumawe District Court Decision No. 2/Keberatan/2024/PN Lsm Jo. 157/Pid.Sus/2024/PN Lsm

Authors

  • Alya Arianti Universitas Malikussaleh
  • joelman Subaidi Universitas Malikussaleh
  • Husni Husni Universitas Malikussaleh

Keywords:

Objections, Third Party, Confiscations, Evidence

Abstract

Narcotics cases in Indonesian legal practice remain debated due to the lack of detailed procedural rules. This study examines the legal procedure for third parties to challenge court rulings that confiscate property and analyzes judicial considerations in adjudicating such objections. Using a normative juridical method with statute and case approaches, supported by descriptive analysis, the study focuses on Lhokseumawe District Court Decision No. 2/Keberatan/2024/PN Lsm Jo. 157/Pid.Sus/2024/PN Lsm, where a third party objected to the confiscation of a vehicle used as evidence. The objection, filed in good faith, was treated as a criminal objection with the burden of proof on the applicant. Judges assessed ownership documents, testimonies, and evidence before ruling that the vehicle belonged to the third party and ordering its return. The decision highlights substantive justice beyond formal interpretation and recommends clear procedures to ensure legal certainty and consistency.

References

Andi Hamzah, Hukum Acara Pidana Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika, 2019.

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta: RajaGrafindo Persada,

2015.

Johnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Malang:

Bayumedia, 2006.

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2017.

Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan

Singkat, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015.

Sudikno Mertokusumo, Penemuan Hukum, Yogyakarta: Liberty, 2009

Sutan Remy Sjahdeini, Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan dalam Tindak Pidana

Korupsi, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016.

Teguh Samudera, Hukum Pembuktian dalam Acara Perdata, Cet. I, Bandung: Alumni,

1992.

Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Pemeriksaan

Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, Cet. 6, Jakarta:

Sinar Grafika, 2017.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara

Pidana, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3209.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,

Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 5062.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan

Kehakiman, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157,

Tambahan Lembaran Negara Nomor 5076.

Mahkamah Agung Republik Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun

2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Keberatan Pihak Ketiga yang Beritikad

Baik terhadap Putusan Perampasan Barang Bukan Kepunyaan Terdakwa

dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi, Berita Negara Republik Indonesia

Tahun 2022 Nomor 524.

Ahmad Sofian, “Kebijakan Hukum Pidana dalam Perlindungan Hak Milik Pihak

Ketiga,” Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 2 (2019).

Rafli Fadilah Achmad, “Keberatan Pihak Ketiga dalam Perampasan Barang Bukti

Perkara Narkotika,” Pengadilan Negeri Lhokseumawe, 30 April 2025.

https://pn-lhokseumawe.go.id/2025/02/keberatan-pihak-ketiga-dalamperampasan-barang-bukti-perkara-narkotika-oleh-rafli-fadilah-achmad-shmh

Downloads

Published

2025-11-05