Analisa Pengaruh Jarak Antar Baffle terhadap Perpindahan Panas pada Alat Penukar Kalor Jenis Shell and Tube dengan Menggunakan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD)

Authors

  • Muhammad Jayanta Bangun
  • Nasrul ZA
  • Azhari Azhari

Abstract

Penukar kalor (heat exchanger) adalah sebuah alat yang digunakan untuk memindahkan panas antara dua jenis fluida atau lebih yang memiliki perbedaan temperatur. Efektivitas suatu alat penukar kalor perlu diperhatikan agar proses perpindahan panas berlangsung dengan baik, salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas adalah pemasang baffle pada alat penukar kalor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak antar baffle dan laju aliran massa fluida pendingin terhadap efektifitas dalam alat penukar kalor. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan simulasi komputer melalui software Autodesk Computational Fluid Dynamics (CFD) Simulation. Penelitian ini menggunakan alat penukar kalor tipe shell and tube dengan variasi jarak baffle (500 mm,550 mm dan 600 mm), dan variasi laju alir massa fluida pendingin (25 Kg/jam, 35 Kg/jam dan 50 Kg/jam). Fluida panas berupa ammonia (103oC, pada sisi tube) dan Fluida pendingin berupa air (31,5oC, pada sisi shell) dialirkan secara berlawanan arah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semakin dekat jarak baffle dan laju alir massa pendingin yang besar meningkatkan efektivitas alat penukar kalor . Pada jarak baffle 500 mm dan laju alir massa air 25, 35 dan 50 Kg/jam diperoleh nilai efektivitas 0,42 ; 0,66 dan 0,98. Sedangkan pada jarak baffle 550 mm = 0,23 ; 0,44 dan 0,70. Dan pada jarak baffle 600 mm = 0,35 ; 0,59 dan 0,91. Nilai efektifitas maksimum yang diperoleh adalah 0.98 yang terjadi pada jarak antar baffle 500 mm dan laju alir massa air 50 Kg/jam.

References

Danny Harnanto.2015. “Simulasi pengaruh kemiringan baffles terhadap koefisien perpindahan panas dan efektivitas pada alat penukar kalor tipe shell and tube menggunakan solidworks”.Teknik Mesin. Universitas Sebelas Maret. Surakarta Dogan Eryener. 2008. “Thermoeconomic optimazation of baffle spacing for shell and tube heatexchanger”.

Hewitt, G.F., Shires, G.L., Bott, T.R. 1994., “Process Heat Transfer”. Begell House.

Incropera, Frank P. And Dewitt, David P. 1990. “Fundamentals Of Heat and Mass Transfer 2nd edition”. Singapore : John Wiley & Sons, Inc.

PROSIDING SNTK UNIMAL 2016 17 OKTOBER 2016

Kern, D.Q., 1950, “Process Heat Transfer”. International Student edition. Mc Graw-Hill International Book Co., Tokyo

Tuakia, Firman.2008. “Dasar-dasar CFD menggunakan FLUENT”. Teknik Mesin. Universitas Indonesia. Jakarta.

Published

2016-10-17 — Updated on 2026-08-16

Versions

How to Cite

Bangun, M. J., ZA, N., & Azhari, A. (2026). Analisa Pengaruh Jarak Antar Baffle terhadap Perpindahan Panas pada Alat Penukar Kalor Jenis Shell and Tube dengan Menggunakan Metode Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD). Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas Malikussaleh, 1(1). Retrieved from https://proceedings.unimal.ac.id/sntk/article/view/1573 (Original work published October 17, 2016)

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>